Search for collections on STPMD APMD Repository

Inovasi Pemerintah Kota Yogyakarta Dalam Pengelolaan Ruang Publik

M. SYUKRAN, M. SYUKRAN (2020) Inovasi Pemerintah Kota Yogyakarta Dalam Pengelolaan Ruang Publik. [Experiment]

[img] Text
M. SYUKRAN_16520157.pdf

Download (25MB)

Abstract

Inovasi ialah suatu proses kemampuan untuk menciptakan suatu hasil yang baru maupun yang sudah ada dengan menginterpretasikan pengalaman yang bersifat inovatif, berguna dan praktis dalam memecahkan masalah untuk meningkatkan manejemen dan kinerja pemerintah sekaligus menjelaskan dan menggambarkan konsep-konsep abstrak dengan melibatkan keterampilan. Terkait dengan pengelolaan pemerintah maka Inovasi jelas diperlukan dalam rangka mencari solusi. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus dapat merealisasikan peraturan dan kebijakan secara efektif agar dampak dari kebijakan tersebut sangat di rasakan masyarakat. Salah satu kebijakan pemerintah tentang pengelolaan ruang publik yang menimbulkan masalah. Ruang publik yang juga terkenal sebagai tempat wisata di Yogyakarta yakni Pedestrian Malioboro, terdapat masalah yang sangat kompleks, sama halnya dengan ruang publik yang lain, Malioboro menyimpan banyak masalah dimulai dari tidak meratanya pembangunan ruang public, kurangnya inovasi dalam pengelolaan ruang publik serta tingkat kesadaran pedagang dan masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan ruang publik masih sangat rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mewawancarai 9 orang. Adapun informan tersebut diantaranya ialah Kepala Subbag Informasi DPUPESDM Mineral, Staff Bidang Cipta Karya DPUPESDM, Koordinator Bidang Promosi dan Pemberdayaan UPT Malioboro, Pedagang, Masyarakat dan Mahasiswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti sesuai dengan ruang lingkup bahwa Inovasi Pemerintah Kota Yogyakarta dalam Pengelolaan Ruang Publik di Pedestrian Malioboro. Dalam Hal yang baru pemerintah telah menghadirkan inovasi yang baik dan manfaatnya dirasakan oleh pengunjung terbukti dengan respon masyarakat melihat inovasi yang dihadirkan oleh pemerintah seperti kebijakan baru yakni selasa wage. Kegunaan fasilitas ruang publik di Pedestrian Malioboro ada beberapa kendala karena pengelolaan yang dilakukan oleh pemerintah tidak berkelanjutan yang mengakibatkan fasilitas yang ada di Pedestrian Malioboro tidak berfungsi dengan baik sedangkan dalam hal pengembangan dan memecahkan masalah pemerintah melakukan beberapa tahapan seperti melakukan diskusi. Kemudian hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat dan pedagang, masyarakat melihat pengelolaan ruang publik yang dilakukan oleh pemerintah sudah lebih baik dan sudah mempermudah pengunjung, namun ada beberapa masalah yang muncul seperti penumpukan sampah serta ada beberapa taman yang tidak terawat. Sedangkan para pedagang di Pedestrian Malioboro mengeluhkan permasalahan sengketa lahan dengan pemilik toko. Harapan dari para pedagang, pemerintah sebagai pihak penengah dapat menyelesaikan masalah dan memberikan solusi konkrit bagi para pedagang.

Item Type: Experiment
Additional Information: 16520157
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Program Pendidikan Sarjana > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 16 Nov 2020 03:13
Last Modified: 16 Nov 2020 03:13
URI: http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/1245

Actions (login required)

View Item View Item