Search for collections on STPMD APMD Repository

KEPEMIMPINAN LURAH DALAM PEMBANGUNAN KALURAHAN

Mohamad, Rizal (2021) KEPEMIMPINAN LURAH DALAM PEMBANGUNAN KALURAHAN. Masters thesis, SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA STPMD "APMD".

[img] Text
MOHAMAD RIZAL_19610008.pdf

Download (2MB)

Abstract

Lurah merupakan kepala pemerintahan ditingkat Kalurahan, diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat untuk mencapai visi misi dan tujuan suatu pemerintahan kalurahan. Dalam pembangunan Desa diperlukan Gaya kepemimpinan pada Lurah untuk mengarahkan, memotivasi, berkomunikasi, pengambilan keputusan, dan pengawasan anggotanya untuk mewujudkan tujuan. Pembangunan di Kalurahan sering tidak berjalan dengan baik akibat pemimpin yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, tidak terdapat musyawarah, tidak mendengarkan aspirasi masyarakat. Peneliti tertarik menjawab masalah tersebut dengan mencoba menjawab rumusan masalah: Bagaimana Kepemimpinan Lurah dalam Pembangunan Kalurahan di Kalurahan Wonokerto. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Gaya Kepemimpinan Lurah dalam Pembangunan Kalurahan secara jelas dan cermat. Maka metode yang di gunakan adalah deskriftif kualitatf. Objek penelitian ini adalah Kepemimpinan Lurah dalam pembangunan Kalurahan diwilayah Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik yang digunakan adalah teknik purposive. Informan penelitian ini sebanyak 10 orang, sebagai pertimbangan bahwa yang dipilih memenuhi kriteria sesuai tujuan penelitian. Gaya Kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai pada pemerintah kalurahan. Kepemimpinan Lurah dalam Pembangunan Kalurahan di Kalurahan Wonokerto. Pertama memiliki Gaya Kepemimpinan Demokratis, aktif, dinamis, terarah, bertanggung jawab, menerima dan menghargai saran, pendapat, dan nasehat dari staf/bawahan serta masyarakat, pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah dan melakukan koordinasi antara BPD dan perangkat desa. Kedua, responsif dengan tipe kepemimpinan inovatif dan progresif. Mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi dan mengendalikan masyarakat. Ketiga, Kendala terjadi karena kurangnya komunikasi antara kepala desa dan pamong kalurahan, anggaran yang tidak mencukupi pelaksanaan pembangunan, Terdapat tarik ulur antara pendukung Lurah dalam pembangunan desa, Pemerintah supradesa yang terlalu ikut campur tangan dalam pembangunan serta terdapat pengalihan anggran untuk penangganan COVID-19.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: 19610008
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: Program Pendidikan Magister > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Mr okie fajaruddin
Date Deposited: 03 Nov 2021 03:33
Last Modified: 03 Nov 2021 03:33
URI: http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/1638

Actions (login required)

View Item View Item