Search for collections on STPMD APMD Repository

MERETAS GAGASAN DEMOKRASI DALAM FILSAFAT EMANSIPASI (Studi Sejarah Pemikiran Filsafat Politik Alain Badiou)

Ananditya, Paradhi (2016) MERETAS GAGASAN DEMOKRASI DALAM FILSAFAT EMANSIPASI (Studi Sejarah Pemikiran Filsafat Politik Alain Badiou). [Experiment]

[img]
Preview
Text
482-IP-X-2016-ANANDITYA PARADHI-12520134_B.pdf

Download (660kB) | Preview

Abstract

Demokrasi sekiranya masih menjadi wacana utama yang mengisi ruang-ruang perdebatan teoritik maupun praktik politik pemerintahan sehari-hari. Sebagai sebuah sistem politik, demokrasi menjadi sumber moral yang imperatif di tengah kehidupan politik yang durjana. Fungsinya adalah dengan menyalurkan karakter antagonisme masyarakat melalui beberapa pranata seperti kepartaian, representasi, hingga pemilihan umum. Posisi ini lantas menjadikan demokrasi mengidap semacam idealisme dogmatis yang berupaya untuk menyingkirkan segala proyeksi kemungkinan perubahan yang dianggap akan mengganggu stabilitas berdemokrasi. Demokrasi dengan begitu telah kehilangan karakter emansipatifnya. Demos sebagai elemen dasar demokrasi kehilangan situsnya sebagai subyek karena telah diatur sebegitu ketatnya untuk menjamin status quo. Meski banyak ilmuwan politik yang mengkritisi situasi tersebut, skripsi ini akan mengangkat gagasan pemikir kontemporer Alain Badiou. Menurut penulis, gagasan Alain Badiou terkesan unik terkait usahanya memahami situasi melalui beberapa prosedur kebenaran. Prosedur kebenaran ini yang nanti akan membuka pemahaman lain terkait subyek dan emansipasi. Subyek dan emansipasi akan muncul dalam doktrin peristiwa. Dari kesekian penjelasan di dalam para maka peneliti merumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut; Bagaimana gagasan demokrasi yang muncul dari proyek filsafat emansipasi Alain Badiou? Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian historiografi dengan penekanan pada studi sejarah pemikiran. Studi sejarah pemikiran menampatkan gagasan dari seorang pemikir sebagai tanggapan atas diskursus yang sedang berkembang pada masanya. Melalui metode ini peneliti berharap dapat menangkap gagasan emansipasi Alain Badiou secara distingtif. Kemudian gagasan tersebut akan digunakan sebagai fondasi memahami kritik terhadap demokrasi serta membuka peluang diskursus demokrasi yang baru. Jika sistem filsafat emansipasi Alain Badiou dibawa ke dalam problematika demokrasi, maka peluang demokrasi untuk menghadirkan karakter emansipasi tak lain adalah dengan mengakomodasi doktrin peristiwa dan subyek. Usaha ini dilakukan dengan menghidupkan kembali diskursus tentang subyek yang telah direlatifkan oleh gagasan posmodern. Begitu juga ketika meletakkan kembali demos sebagai subyek tunggal atas demokrasi. Kedua-duanya harus mampu menjamin kehadiran dari yang ada secara utuh. Kondisi ini hanya mungkin dicapai melalui pemutusan situasi yang telah memasung subyek dalam satu subyektivitas. Seperti demokrasi parlementarian yang mengkerangkai demos dalam satu subyektivitas yaitu pemilih (voters). Karena hanya dengan memutus situasi yang statis melalui peristiwa inilah emansipasi dapat diusahakan oleh subyek, dengan terlebih dahulu menemukan kembali kebenaran melalui beberapa prosedurnya. Termasuk menemukan momen-momen demokratis yang telah dimatikan oleh demokrasi prosedural. Kata kunci : Demokrasi, Emansipasi, Ontologi, Kejamakan, Kebenaran, Peristiwa, Subyek

Item Type: Experiment
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Program Pendidikan Sarjana > Ilmu Pemerintahan
Depositing User: Users 11 not found.
Date Deposited: 05 Mar 2018 07:38
Last Modified: 05 Mar 2018 07:38
URI: http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/294

Actions (login required)

View Item View Item