Asmiyanto, Tri (2025) INOVASI PENDAMPING SEKOLAH LAPANG DALAM PEMBANGUNAN DESA INKLUSIF DENGAN PRINSIP NO ONE LEFT BEHIND. Masters thesis, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD".
|
Text
TRI ASMIYANTO_21610021 (TIDAK LOLOS).pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran inovasi, strategi fasilitasi, dan tantangan multidimensional yang dihadapi oleh pendamping Sekolah Lapang Desa Inklusif (SLDI) dalam mendorong implementasi prinsip No One Left Behind (NOLB) di tingkat desa. Studi ini dilakukan di Kalurahan Ngipak dan Petir, Kabupaten Gunungkidul, yang merepresentasikan karakteristik sosialgeografis yang kontras. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping menjalankan peran yang melampaui fungsi administratif. Mereka bertindak sebagai agen perubahan akar rumput yang digerakkan oleh empati dan pemahaman kontekstual, serta merancang inovasi inklusif yang berakar pada pengetahuan lokal dan praktik budaya. Inovasi tersebut mencakup berbagai dimensi—administratif, sosial, pedagogis, ekonomi, dan kelembagaan—dan mentransformasi ruang-ruang sosial warga menjadi arena inklusi yang bermakna. Strategi pemberdayaan yang digunakan bersifat relasional, adaptif, dan transformatif, dengan penekanan pada pembangunan kepercayaan, penciptaan ruang aman partisipatif, kolaborasi lintas sektor, serta pengarusutamaan nilai-nilai inklusif dalam sistem tata kelola desa. Namun demikian, para pendamping bekerja di tengah lanskap tantangan yang kompleks, yang mencakup hambatan struktural (minimnya dana fleksibel, lemahnya dukungan kelembagaan), hambatan kultural (eksklusi sosial, dominasi elite, rendahnya literasi inklusi), dan hambatan teknis (akses digital, keterbatasan infrastruktur). Berbagai hambatan ini menempatkan pendamping sebagai aktor mikro-politik yang menegosiasikan tuntutan warga dengan kenyataan institusional desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembangunan desa inklusif tidak dapat bergantung pada kerangka regulatif semata, tetapi memerlukan fasilitasi sosial yang berkelanjutan, pendekatan yang berpusat pada manusia, dan dukungan sistemik. Pendamping SLDI menunjukkan bahwa praktik sosial sehari-hari di tingkat akar rumput mampu menerjemahkan prinsip NOLB dari wacana menjadi tindakan yang nyata dan bermakna dalam konteks pedesaan. Kata kunci: Sekolah Lapang Desa Inklusif, pendamping desa, inovasi sosial, pemberdayaan partisipatif, kelompok rentan, No One Left Behind, pembangunan desa
| Item Type: | Skripsi dan Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | 21610021 |
| Subjects: | A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities |
| Divisions: | Program Pendidikan Magister > Ilmu Pemerintahan |
| Depositing User: | Mrs Wiji Astuti |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 03:11 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 03:11 |
| URI: | http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/3467 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
