Search for collections on STPMD APMD Repository

AGENDA SETTING DALAM PEMBENTUKAN GREEN KAYEN SEBAGAI DESA WISATA DI KALURAHAN CONDONGCATUR

Ndou Baru, Domingus (2025) AGENDA SETTING DALAM PEMBENTUKAN GREEN KAYEN SEBAGAI DESA WISATA DI KALURAHAN CONDONGCATUR. Masters thesis, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD "APMD".

[img]
Preview
Text
DOMINGGUS NDOU BARU_22610031 LOLOS.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

INTISARI Desa Wisata menjadi salah satu strategi pembangunan lokal yang berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Green Kayen, sebagai destinasi wisata alam di Padukuhan Kayen, Kalurahan Condongcatur, memiliki potensi besar melalui keindahan alam dan kekhasan lokalnya. Namun, dalam prakteknya, proses pengelolaan dan pembentukan destinasi ini menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek koordinasi antar-aktor. Ketidaksinkronan antara pemerintah kalurahan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal Nyawiji) menyebabkan stagnasi dalam pengembangan wisata. Lemahnya kolaborasi, minimnya partisipasi masyarakat, serta dominasi keputusan oleh aktor tertentu, menggambarkan dinamika pengambilan kebijakan yang tidak inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses agenda setting dalam pembentukan dan pengelolaan Green Kayen sebagai desa wisata. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan Three Stream Theory dari John Kingdon yang mencakup aliran masalah, kebijakan, dan politik. Penelitian ini menggali narasi dari masyarakat serta aktor pengelola wisata untuk melihat bagaimana dinamika internal mempengaruhi keberlangsungan Green Kayen sebagai destinasi yang berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agenda setting dalam pengelolaan Green Kayen belum mencerminkan prinsip inklusivitas. Pemerintah kalurahan cenderung dominan dalam penetapan arah kebijakan, sementara Pokdarwis dan masyarakat kurang dilibatkan secara aktif. Di sisi lain, Bumkal belum mampu menjalankan peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal. Kendati demikian, terdapat peluang untuk memperkuat sinergi antar-aktor melalui pendekatan kolaboratif dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya transparansi, partisipasi, dan dialog antar pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola wisata yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kata Kunci: Agenda setting, Pemerintah, Kebijakan, Destinasi Wisata

Item Type: Skripsi dan Thesis (Masters)
Additional Information: 22610031
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GV Recreation Leisure
Depositing User: Mr Bowo Indrianto
Date Deposited: 21 Jan 2026 03:24
Last Modified: 21 Jan 2026 03:24
URI: http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/3488

Actions (login required)

View Item View Item