Search for collections on STPMD APMD Repository

PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN AWAL SISTEM PEMERINTAHAN ADAT (Penelitian di Masyarakat Adat Kei Maluku Tenggara)

Rahah, Jhosephin Virani Triani (2025) PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN AWAL SISTEM PEMERINTAHAN ADAT (Penelitian di Masyarakat Adat Kei Maluku Tenggara). Masters thesis, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD "APMD".

[img]
Preview
Text
JHOSEPHIN VIRANI TRIANI RAHAIL_23610050 LOLOS.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

INTISARI Penelitian ini ditulis untuk mengkaji peran perempuan dalam pembentukan, pelestarian, dan transformasi sistem pemerintahan adat di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Meskipun sistem adat Kei bersifat patriarkis dan kepemimpinan diwariskan melalui garis laki-laki, kenyataannya perempuan memiliki kontribusi historis dan kontemporer yang signifikan. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana perempuan dapat mengakses ruang kekuasaan dalam struktur adat yang maskulin, serta bagaimana peran mereka bertransformasi di tengah perubahan sosial. Tokoh seperti Ditsakmas menjadi simbol awal kekuasaan perempuan dalam hukum adat Larvul Ngabal, sedangkan kepala ohoi perempuan seperti Rosmia Rada, Zainab Welerubun, dan Mariam Roroa menunjukkan bentuk legitimasi kepemimpinan perempuan dalam konteks modern. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan historis dan etnografi. Lokasi penelitian adalah di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Sumber data terdiri dari data primer, yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi langsung dari masyarakat dan tokoh adat; serta data sekunder dari buku, jurnal, dan dokumen yang relevan. Teknik pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, melibatkan tokoh adat, kepala ohoi perempuan, dan pemangku kepentingan adat lainnya. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validasi data dilakukan melalui triangulasi, member check, audit trail, dan keikutsertaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pemimpin formal ketika terjadi kekosongan kepemimpinan laki-laki, tetapi juga memainkan peran vital sebagai penjaga nilai-nilai adat, mediator konflik, pengelola pengetahuan lokal, dan pengarah keputusan informal. Simbol hawear balwirin memperkuat posisi perempuan sebagai penjaga harmoni sosial. Temuan ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam adat Kei merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan komunitas adat di tengah arus modernisasi. Kata Kunci: Perempuan adat, pemerintahan adat, kepemimpinan perempuan, kearifan lokal, kekuasaan simbolik.

Item Type: Skripsi dan Thesis (Masters)
Additional Information: 23610050
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Depositing User: Mr Bowo Indrianto
Date Deposited: 23 Jan 2026 03:21
Last Modified: 23 Jan 2026 03:21
URI: http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/3494

Actions (login required)

View Item View Item