PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT OSING DALAM MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN MELALUI PERTANIAN ORGANIK (Studi Kasus pada Masyarakat Osing di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur)

Endah Rosita, Tofani (2018) PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT OSING DALAM MEMBANGUN KETAHANAN PANGAN MELALUI PERTANIAN ORGANIK (Studi Kasus pada Masyarakat Osing di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur). [Experiment]

[img]
Preview
Text
210-IS-IV-2018-14510030-ENDAH ROSITA TOFANI_B.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia sehingga dibutuhkan agar manusia dapat bertahan hidup. Ketahanan pangan adalah kondisi di mana masyarakat mau dan mampu menyediakan pangan dengan keterbukaan akses yang memadai sehingga dapat tercipta kondisi sejahtera. Membangun ketahanan pangan melalui pertanian organik artinya masyarakat dapat mengoptimalkan sumberdaya yang ada untuk bertahan hidup, memproduksi dan mencukupi kebutuhan hidupnya serta membangun keberlanjutan pertanian dan kehidupannya di masa sekarang dan masa mendatang. Pribadi dalam Hira (2016: 75) pun menegaskan, semua upaya atau program pembangunan ketahanan pangan nasional itu mempunyai tiga kelemahan: 1) terlalu terfokus pada peningkatan produksi beras, bukan peningkatan pendapatan petani, 2) peran pemerintah sangat kuat, sehingga hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan prakarsa ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, 3) boros biaya, membutuhkan dana besar. Sehingga diperlukan adanya sinergitas dan hubungan yang baik antara masyarakat petani dan pemerintah, sehingga terjadi hubungan yang tidak merugikan salah satu pihak. Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang dikenal sebagai surplus beras. Potensi Sumber Daya Alam yang ada diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mampu memberikan kontribusi aktif dengan kearifan lokal di sektor pertanian yang mempunyai dua peran sekaligus tantangan yaitu: mendukung pemenuhan pangan bagi penduduk Banyuwangi juga memberikan lapangan kerja bagi rumah tangga tani. Dapat dikatakan pula bahwa sebagai manusia yang berdaya, masyarakat dapat mewujudkan kesejahteraan dengan memanfaatkan apa saja yang ada di daerahnya dengan kearifan lokalnya untuk tetap bertahan dan berproses menjadi lebih baik. Dalam penelitian ini peneliti mengambil judul “Peran Kearifan Lokal Masyarakat Osing dalam Membangun Ketahanan Pangan melalui Pertanian Organik” (Studi kasus pada Masyarakat Osing di Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi). Tujuan skripsi ini adalah untuk mengetahui peran kearifan lokal masyarakat osing dan mengetahui faktor pendorong serta faktor penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Obyek dalam penelitian ini terkait peran kearifan lokal masyarakat Osing dalam membangun ketahanan pangan melalui pertanian organik serta faktor pendukung dan penghambat kearifan lokal masyarakat Osing dalam membangun ketahanan pangan melalui pertanian organik. Sedangkan informan dalam penelitian ini yaitu Masyarakat Osing Deles, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Petani, Buruh Tani, Tokoh Adat, Pemuda, Buruh Gudang Gabah, Kernet/Sopir Truck, Pegawai Bank Indonesia Jember, Pimpinan PT Sirtanio. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam proses menganalisa data, peneliti melakukan reduksi data, penyajian data, kemudian ditarik kesimpulan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Dari hasil analisa data, secara umum dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal masyarakat Osing berperan dengan baik dalam membangun ketahanan pangan di Desa Aliyan, Rogojampi, Banyuwangi. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan lokal, nilai lokal, ketrampilan lokal, sumber daya lokal, mekanisme pegambilan keputusan dan solidaritas kelompok lokal. Kemudian Faktor pendorong Peran Kearifan Lokal Masyarakat Osing dalam Membangun Ketahanan Pangan melalui Pertanian Organik antara lain: adanya keyakinan masyarakat, adanya keterlibatan pemerintah dan sektor lain (stakeholders) yang mendukung kelompok masyarakat, adanya kemampuan dalam memanajemen pertanian, dan adat keboan yang dipercaya memberikan pengaruh baik bagi hasil panen. Faktor penghambat tersebut antara lain: penggunaan teknologi yang tidak diimbangi dengan keselarasan ekosistem, dan aturan pemerintah yang hanya berfokus pada peningkatan produktivitas tanpa memperhatikan pada kesejahteraan masyarakat.

Item Type: Experiment
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Program Pendidikan Sarjana > Ilmu Pembangunan Sosial / Sosiatri
Depositing User: Mr arvian lutvi narinda
Date Deposited: 30 Apr 2018 08:00
Last Modified: 30 Apr 2018 08:00
URI: http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/379

Actions (login required)

View Item View Item