BAYUPUTRI, AURYN NURALIZA (2025) HEGEMONI PEMERINTAH DALAM DESA MANDIRI BUDAYA (Penelitian Di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta). Sarjana thesis, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD "APMD".
|
Text
AURYN NURALIZA BAYUPUTRI_21520084-lolos.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
INTISARI Hegemoni merupakan suatu konsep yang dikenalkan oleh filusuf Iltalia yakni Antonio Gramsci, yang dimana beliau menjelaskan mengenai bagaimana suatu kelompok atau bisa dikatakan kelas sosial bisa mendominasi suatu kelompok – kelompok lain di dalam masyarakat, bisa dikatakan sebagai kekuasaan ideologis, yang dimana maksud dari kekuasaan ideologis adalah bisa mempengaruhi bagaimana cara berpikir, bertindak, dan juga berperasaan dalam suatu kelompok masysrakat, salah satu contohnya program Desa Mandiri Budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang terkumpul dari lapangan dan penelitian sebelumnya dianalisis melalui beberapa tahap: pengumpulan dan seleksi data yang relevan, analisis mendalam, dan penyajian hasil dalam bentuk narasi serta tabel. Hasil penelitian membuktikan bahwa hegemoni yang terjadi terkadang masih terlihat atau terjadi dalam berbagai program pembangunan dan juga kebudayaan yang ada di desa – desa. Upaya – upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendorong partisipasi masyarakat itu karena masih adanya kesenjangan gender yang terjadi dalam pengambila keputusan serta pelaksanaan program, contohnya seperti partisipasi yang belum optimal dalam musyawarah desa (musrengbangdes) meskipun hadir, namun suara mereka masih dipertimbangkan secara setara. Segala bentuk upaya yang dilakukan pemerintah desa dalam menjembatani masyarakat untuk pelatihan dalam bentuk usaha agar kesetaraan gender antara laki – laki dan perempuan di bidang ekonomi memang bermanfaat untuk sebagian orang, akan tetapi dari dampak tersebut banyaknya pelatihan yang dilakukan sedikit yang melakukan atau memperaktekkannya karena memang mereka lebih memilih tetap mempertahankan usaha yang mereka miliki sebelumnya di bandingkan dengan memulai usaha baru dan juga hanya fokus pada program kalurahan. Tak hanya itu, segala bentuk kepetusan yang dilakukan mereka tetap mengikuti sesuai dengan paniradya atau dinas pengampu yang terkait karena dengan begitu dana yang diberikan (dais) dapat teralokasikan atau turun. Kata Kunci: Hegemoni, Desa Mandiri Budaya, Government
| Item Type: | Skripsi dan Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Additional Information: | 21520084 |
| Subjects: | J Political Science > JA Political science (General) |
| Divisions: | Program Pendidikan Sarjana > Ilmu Pemerintahan |
| Depositing User: | Mr Rendi Yogi |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 08:05 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 08:05 |
| URI: | http://repo.apmd.ac.id/id/eprint/3491 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
